Wisnu Nugraha introduce my name is Wisnu Nugraha, I like traveling and writing

Data Wilayah di Indonesia yang Positif Corona Virus (COVID-19)

4 min read

corona virus (covid-19)

AdajejakNewas- Hampir semua media pada saat ini membahas tentang Corona Virus (Covid-19), seluruh warga resah dan gelisah, beberapa kampus di liburkan dan ada pula beberapa yang sistemnya di rubah menjadi berbasis online alias kuliah di rumah tanpa harus ke kampus, beberapa pusat pembelanjaan sepi pemasukan para pedagang turun derastis, Indonesia sedang tidak baik-baik saja, apakah separah itu.?

  • Sebenarnya kalian tuh tau gak sih covid-19 itu apa.?
  • Siapa saja yang dapat terkena virus tersebut.?
  • Apa penyebab, gejala-gejalanya dan bagai mana cara penanganan-nya.?
  • Serta daerah mana sajakah di Indonesia yang terjangkit positif Corona Virus.?

Semua permasalahan dan pertanyaan – pertanyaan itu akan mimin bahas tuntas pada artikel ini, jadi jangan di skip-skip ya biar semuanya tuntas, ok.!

Virus Corona (Covid-19)

gambar by: https://cdn.idntimes.com/

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus merupakan kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Penyebab, Gejala, Penanganan, dan Cara Pencegahan

gambar by: https://asset.kompas.com/

Penyebab Virus Corona

Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Gejala Virus Corona

Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:

  • Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius)
  • Batuk
  • Sesak napas

Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.

Penanganan Virus Corona

Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:

  • Merujuk penderita COVID-19 untuk menjalani perawatan dan karatina di rumah sakit yang ditunjuk
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeri yang aman dan sesuai kondisi penderita
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk mandi air hangat dan menggunakan humidifier (pelembab udara) untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk istirahat yang cukup
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih untuk menjaga kadar cairan tubuh

Pencegahan Virus Corona

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:

  • Hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai pengunjung.
  • Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
  • Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.

Untuk orang yang diduga terkena COVID-19, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:

  • Segera periksakan diri ke rumah sakit. Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  • Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  • Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  • Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.

Beberapa Daerah yang Positif Corona Virus (Covid-19)

gambar by: https://pikobar.jabarprov.go.id/#/

Kementerian Kesehatan RI merilis wilayah-wilayah yang terjangkit virus corona, Minggu (15/3/2020). Rilis tersebut diunggah di portal covid19.kemkes.go.id.

Wilayah terjangkit adalah wilayah di Indonesia yang melaporkan kasus positif Covid-19. Sejumlah wilayah yang dinyatakan terjangkit virus corona di antaranya :

  • DKI Jakarta,
  • Jawa Barat (Kabupaten Bekasi, Depok, Cirebon, Purwakarta, Bandung), dan
  • Banten (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan).

Selain itu, wilayah terjangkit lainnya yaitu :

  • Jawa Tengah (Solo),
  • Kalimantan Barat (Pontianak),
  • Sulawesi Utara (Manado),
  • Bali, dan
  • DI Yogyakarta.

Di sisi lain, Kota Solo menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Jumat (13/3/2020) selama 14 hari. Hal itu dilakukan menyusul adanya seorang pasien yang positif virus corona yang meninggal dan sempat dirawat di RSUD Moewardi, Solo.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menjelaskan, dengan status KLB, kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di sekolah jenjang SD dan SMP/MTs diliburkan dan belajar di rumah. Menurut Rudy, sekolah jenjang SD dan SMP diliburkan sampai surat keputusan KLB dicabut.

“Karena masih ujian, untuk SMA/SMK diliburkan setelah ujian selesai,” kata dia.

Daerah lain yang menyusul menetapkan KLB adalah Provinsi Banten, Minggu (15/3/2020). Status KLB di Banten tersebut meliputi :

  • Kabupaten Tangerang,
  • Kota Tangerang, dan
  • Kota Tangerang Selatan.

“Sudah menyepakati KLB di Banten, terutama di wilayah Tangerang Raya,” ujar Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Minggu. Maskapai Ini Hentikan Rute Penerbangan ke Malaysia Kemudian, hingga 15 Maret 2020 pukul 14.00 WIB, sudah ada 1.293 orang yang diperiksa dari 28 provinsi. Dari hasil pemeriksaan tersebut, 1.167 orang negatif virus corona, termasuk 188 anak buah kapal World Dream dan 68 ABK Diamond Princess.

Sementara itu, 117 kasus konfirmasi Covid-19, lima pasien meninggal dunia dan sembilan sampel masih dalam pemeriksaan. Dari 117 pasien yang dinyatakan positif, delapan pasien dinyatakan telah sembuh.

untuk lebih jelasnya mengecek data corona virus terbaru bisa mengunjungi web berikut https://pikobar.jabarprov.go.id/#/

Demikian informasi dari mimin untuk berita terbaru mengenai corona virus, semoga data ini membantu dan bermanfaat, selalu berhati-hati dan jangan lupa berdoa ya agar kita di jauhkan dari segala macam penyakit, aminn.

Sumber by: kompas.com

Wisnu Nugraha introduce my name is Wisnu Nugraha, I like traveling and writing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *